Jalan Burangrang yang bisa dilalui dua arah dan dilewati angkutan umum jurusan Cicadas – Elang, kini dikenal sebagai kawasan wisata kuliner karena disepanjang jalan ini terdapat berbagai usaha kuliner, mulai dari kaki lima, pujasera hingga cafe dan resto.
Setiap hari, terutama mulai sore hingga malam selalu ramai dikunjungi orang untuk menikmati makanan pilihannya. Diakhir pekan, pengunjung dari luar kota, juga banyak yang datang untuk memesan makanan favoritnya.
Beberapa tempat yang ada antara lain: Pujasera dan Maratabak San Francisco, Batagor Riri, Baso Tahu Saboga, Cafe Ngopi Doeloe, Baso Enggal Malang, Serabi kinca dan oncom.
Sementara di kaki lima terdapat berbagai jenis masakan, antara lain: Nasi Goreng, Nasi Timbel, Sate, Sea Food, Chinese Food, Soto, pecel lele, masakan Padang, Jus buah-buahan, Burger, Roti bakar, hingga kue balok, bajigur dan bandrek “sarang janda” -).
Dari beberapa kali kunjungan, saya perhatikan jenis makanan khas bandung yang belum ada antara lain ketan bakar, kulub jagung, jagung bakar, dan peuyeum colenak.
Dari segi kebersihan di sekitar lokasi, terus terang saja saya sangat salut kepada berbagai pihak yang mengelola kawasan wisata kuliner di jalan burangrang karena selain bersih juga nyaris tidak ada sampah. Selamat kepada semuanya, mulai dari pedagang kaki lima yang ada disana hingga pemerintah kota Bandung.
